post-image

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Urugan Tanah Kembali dengan Alat Berat

Pekerjaan urugan tanah merupakan proses pemindahan tanah dari satu tempat ke tempat lain untuk mengubah kondisi suatu area sesuai dengan kebutuhan. Urugan tanah umumnya dilakukan dalam sektor pertanian, infrastruktur, bangunan, dan kerajinan. Pekerjaan ini membutuhkan tenaga yang besar, dan seringkali menggunakan alat berat seperti excavator, loader, dan truck dump untuk mempermudah prosesnya.

Excavator biasanya digunakan jika area pengambilan tanah memiliki ketinggian lebih dari 10 meter, karena jangkauannya yang lebih panjang. Sementara itu, loader lebih cocok digunakan jika area pengambilan tanah memiliki ketinggian kurang dari 10 meter, karena kemampuannya untuk bergerak lebih cepat.

Untuk memindahkan tanah dari area pengambilan ke lokasi pengurugan, alat berat yang biasa digunakan adalah truck dump. Spesifikasi alat ini harus disesuaikan dengan jumlah tanah yang akan diangkut dan kondisi jalan yang dilalui.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan urugan tanah yang baik, berikut adalah beberapa persyaratan yang harus diperhatikan:

  • Pemeriksaan Situasi dan Kondisi Tanah

Sebelum melakukan pengurugan tanah, penting untuk melakukan pemeriksaan terhadap situasi dan kondisi area tersebut. Ini meliputi penelitian tentang keadaan tanah, sifat dan luas pekerjaan, serta faktor-faktor lain yang terkait dengan pengurugan. Informasi ini akan membantu dalam memilih tanah yang tepat dan mengoptimalkan negosiasi harga.

  • Pengukuran Tanah Sesuai Rencana Gambar

Pengukuran tanah dilakukan untuk membuat garis panduan bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan. Alat bantu yang digunakan antara lain waterpass, theodolit, dan prisma. Pengukuran dilakukan dalam satuan cm dan m. Titik acuan tinggi tanah ditetapkan 40 cm dari permukaan tanah yang aman sesuai dengan rencana. Titik ini ditandai dengan palang kayu berukuran 2 m yang dilengkapi dengan penampang 5 x 5 cm dan beton bertulang berukuran 15 x 15 cm.

  • Persiapan Tahap Awal Proyek

Persiapan proyek dimulai dengan memasang papan nama proyek sesuai standar. Jika pengangkutan tanah melibatkan penggunaan jalan umum, perlu mendapatkan izin dari kementerian terkait. Area proyek juga harus dibersihkan dari hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran pekerjaan.

  • Persiapan Pekerjaan dan Alat Bantu

Persiapan awal meliputi perataan tanah, pembuatan jalur, saluran air, dan pembentukan sesuai rencana. Koordinasi yang baik antara para pekerja juga diperlukan untuk memastikan efektivitas pekerjaan proyek. Selanjutnya, dilakukan penelitian tanah pada titik-titik yang diperlukan dan hasilnya dituliskan dalam laporan.

  • Persyaratan Tanah yang Baik

Untuk urugan tanah, tanah yang digunakan harus bebas dari humus, sampah, akar, kotoran, dan batu berukuran lebih dari 10 cm. Sumber tanah urug dapat berasal dari lokasi di sekitar proyek atau dari luar wilayah asalkan memenuhi persyaratan tersebut. Disarankan untuk memilih tanah dengan struktur butiran agar lebih kuat. Jenis tanah yang umumnya digunakan meliputi tanah merah, tanah padas, dan tanah semi-padas.

Dengan memperhatikan persyaratan dan metode pelaksanaan yang baik, pekerjaan urugan tanah dapat dilaksanakan dengan efisien dan hasil yang memuaskan. Pastikan untuk mengikuti standar keselamatan kerja yang berlaku dan menggunakan alat berat dengan tepat sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar.